Cerita cintaku yang sempat aku tinggalkan beberapa bulan, ternyata memberi jawaban, bahwa aku belum bisa melupakannya, dan masih sangat mencintainya. Dia, Sem Kristian. Aku meminta untuk menyambung ceritaku dengannya di hari ulang tahunku yang ke-18 tahun, dan dia mau menerimaku kembali. Ini adalah kado terindah disepanjang umurku, memiliki apa yang sempat kumiliki, memiliki apa yang sempat kutinggalkan. Aku mencintaimu, Sem...
Tapi...
Dia berubah.
Iya. Setelah sekian lama aku pergi ninggalin dia beberapa bulan. Aku salah udah
ninggalin dia cuma karna jarak. Jarak yang seharusnya bukan jadi alasan untuk
pisah. Sekarang aku uda balik ke genggaman dia lagi, tapi ini gak semanis yg
dulu. Lebih aneh, jauh, gada kemesraan. Entah kenapa. Mungkin kita udah lama
meninggalkan kebiasaan yang biasa aku dan dia lakukan, aneh tapi nyata...
Entah gimana caranya aku bisa dapetin masa-masa laluku sama dia. Dia yang dulu selalu mengalah buatku, dia yang selalu manjain aku, dia yang selalu perdulikan aku disetiap waktu. Kini? Jangankan semua kebiasaannya yang dulu. Salah satunyapun dia ga ngelakuin buat aku. SAMA SEKALI!
Kemana Sem Kristian-ku yang dulu? aku kehilangan dia. Bahkan sangat
kehilangan dia! Aku pengen dia balik lagi ke yang dulu Tuhan ...
