Nama Lengkap : Dini Widya Indah Sari
Nama Panggilan : Dini
TTL : PT SIL, 12 Oktober 1995
Hobi : jalan-jalan sama temen, dengerin musik
Agama : Islam
Cita-cita : Perawat
Sekolah : TK 02 YAPINDO, SD 02 YAPINDO, SMP YAPINDO,
SMA SUGAR GROUP, SMA LENTERA HARAPAN
Perguruan Tinggi : Universitas Malahayati
Belongs to : Sem Cristian
Alamat Facebook : facebook.com/andinifebri
Alamat Twitter : twitter.com/DiniWidyaIndahS
Terkadang hidup itu memang ga sesuai sama harapan kita. Karena memang
rencana Tuhan itu lebih dari indah dibanding rencana kita sendiri.
Mungkin kita merasa kita menyesal atau tidak senang dengan hal-hal yang
telah terjadi pada diri kita. Tapi ingatlah, bahwa Tuhan sangat
menyayangi umatnya. Tuhan tahu bahwa apa yang telah diberikan kepada
kita itu sangatlah berharga dan yang terbaik untuk kita. Tetaplah
bersyukur kepada Tuhan ^^
Senin, 04 November 2013
Kamis, 31 Oktober 2013
Mengapa Harus Ada Perbedaan?
Tidak usah basa-basi, sebut namaku Dini,
perempuan kelahiran 12 Oktober tahun 1995 yang lahir di tengah perkebunan tebu
penghasil gula yang terkenal iklannya di televisi swasta Indonesia. Aku
memiliki karakter yang keras, namun sangat peduli kepada siapapun YANG peduli
kepada aku tentunya. Memiliki orangtua yang masih lengkap dengan seorang adik
laki-laki yang sangat tampan. Ayah bekerja di pabrik penghasil gula tersebut
dan Ibu aku hanya seorang ibu rumah tangga. Aku sayang sekali kepada
keluargaaku, begitu juga dengan mereka yang sayang kepadaku. Dari lahir, aku sudah
dibesarkan dan disekolahkan di tengah luasnya perkebunan tebu. Dari TK, SD, SMP,
bahkan sampai kelas 2 SMA aku bersekolah disana. Apalagi kelas 1 dan 2 SMA, aku
bisa bersekolah di sekolah yang bertaraf internasional. Sekolah yang
menggratiskan seluruh fasilitas yang pastinya membuat kami yang bersekolah
disana sangat nyaman dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena
sudah masuk ke sekolah tersebut. Tapi sayang sekali, aku hanya beruntung untuk
sementara waktu saja. Iya, diriku hanya bersekolah sampai di kelas 2 SMA,
karena kurang memenuhi persyaratan untuk naik ke kelas 3 SMA. Akhirnya aku
dipindahkan keluar perusahaan untuk melanjutkan ke kelas 3. Aku mengecewakan
orangtuaku L
Aku berpindah ke Lampung Tengah. Aku
mencoba mendaftarkan diri ke sekolah negeri. Karena selama aku bersekolah di
tengah perusahaan, aku sekolah di sekolah swasta. Namun sayang sekali, aku
kurang beruntung (lagi). Aku tidak diterima masuk ke dalam sekolah yang negeri.
Akhirnya saudaraku menawarkan sekolah yang tidak jauh dari situ untuk
bersekolah di sekolah swasta, tepatnya sekolah kristen. Setelah mendaftar dan
memenuhi syarat, aku diterima dan dapat masuk saat libur usai. Aku pun memulai
hari-hariku di sekolah baru aku. Awalnya aku agak takut, karena aku belum
terbiasa menjalani hari-hari dengan berjauhan dari orangtua dan harus
melakukannya sendiri. Aku kost di tempat nenekku sendiri. Walaupun di daerah
tersebut saudaraku banyak sekali, namun aku lebih memilih untuk kost. Aku pergi
ke sekolah bersama teman lamaku dari SMP yang kebetulan kost dan SMA di tempat
yang sama sepertiku, namanya Vyka. Ada 2 orang lagi yang sekolah di tempat yang
sama sepertiku, mereka dari IPS, namanya Dewinda dan Naomi. Namun, aku lebih
sering berangkat ke sekolah bersama Vyka. Kami berdua berangkat dari kost
menuju sekolah naik angkot, dengan ongkos seribu rupiah. Karena jaraknya tidak
terlalu jauh. Sampai disekolah untuk heri pertama, aku harus mengikuti MOS
seperti anak-anak kelas 1 SMP dan 1 SMA yang baru masuk. 1 SMP? Iya karena SMP
dan SMA-nya digabung menjadi satu. Aku berkenalan dengan beberapa teman yang
satu kelas denganku (IPA) dan beberapa dari kelas lain (IPS).
Aku satu-satunya murid kelas 3 SMA yang
mengikuti kegiatan MOS, karena hanya aku yang menjadi murid pindahan. Saat MOS,
aku melihat beberapa lelaki yang pastinya adik kelasku, yang mungkin bisa kujadikan
teman atau pacar (berondong dong ya ^^). Aku tertarik dengan salah satu murid
baru yang kulitnya putih, tidak terlalu tinggi, dan pastinya dia non-muslim.
Sebut saja Sem. sem salah satu siswa yang mungkin banyak dikagumi oleh beberapa
siswa di sekolah itu. Temanku, Naomi, mengatakan padaku bahwa dia juga kagum
dan mencoba membuat Sem tertarik padanya. Saat itu aku tak peduli dengan yang
namanya Sem. MOS berlalu, aku mulai bertemu dan berkenalan dengan sekelilingku
termasuk dengan guru-guru disana. Guru-guru disekolah baruku rama dan
baik-baik. Aku merasa seperti saat TK / SD / SMP dimana aku harus membeli
makanan di kantin apabila istirahat tiba. Awal-awalnya aku tidak berani keluar
kelas, apalagi ke kantin. Tapi, lama-lama jenuh juga jika harus berdiam diri di
dalam kelas. Akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi ke kantin bersama
teman-teman baruku. Disana aku mulai berani berjalan-jalan di koridor, ke
kantor, ke perpus, ke ruang kepsek, bahkan yang dulunya aku ini tidak berani
untuk ke toilet pun sekarang menjadi sering pergi ke toilet (hehe alesan aja
sih). Seminggu sekolah disana, aku sudah diminta jadi seorang pacar oleh
beberapa siswa disana. Dari yang mulai kelas 1, 2, bahkan 3 SMA (IPS). Tapi aku
menolak mereka. Karena memang posisiku saat itu sedang dekat dengan seseorang
yang di pulau Jawa. Tapi kedekatanku dengannya tak bertahan lama. Aku putus
komunikasi dengannya. Tak lama dari itu, Sem datang kedalam hidup aku. Inilah
awal dari kebahagiaanku J
Aku duluan sih yang coba deketin dia, ya
awalnya gak ada niat sama sekali buat jadiin dia untuk jadi pacar aku. Aku coba
cari nama dia di facebook. Dan akhirnya ketemu, aku coba add, dan dia konfirm
added aku. Tiap hari aku ga pernah telat liatin wall facebook dia. Aku liatin
semua status-status terbaru dia, bahkan yang jadulpun aku liat dan aku klik
‘suka’ / ‘like’ semuanya :D mungkin karna dia ngerasa kalo aku jadi stalker
dia, dia langsung update status di facebook untuk nyindir aku. Yang aku inget
sih dulu dia update ‘kenapa sih mbak, like mulu, kalo mau deket bilang aja
hahaha’ aku sih agak ge’er karna emang aku sering banget like status-status
dia. Aku pengen banget sms dia tapi aku bingung mau minta nomer dia gimana
caranya. Mau inbox dia gengsi, mau minta sama temen-temennya juga ga mungkin
karna aku ga kenal sama murid-murid baru, apalagi kelas 1 SMA. Aku liat di
‘info’ facebook Sem, dan yap! Aku dapet! Dapet nomer hape dia. Aku save nomer
dia di hape aku. Tapi gak saat itu juga aku sms dia. Aku Cuma misscalled
nomernya, itupun pake private number, haha. Gak lama, aku sms dia, penuh dengan
rasa cemas dan was-was pastinya (duh lebaynya).
“sem
ya?”
“iya,
siapa ya?”
“ini
Dini, murid baru di kelas 12 IPA”
“oh
iya, ada apa?”
“ga
apa kok, Cuma mau kenal aja J “
Bla..bla..bla.. kami smsan terus,
terus, dan terus sampe lupa makan, mandi, atau apapun haha. Aku sama dia mulai
deket dan akrab banget. Dia mulai nanya siapa pacar aku. Waktu itu dia punya
pacar. Anak SMAN yang pernah aku coba untuk daftar masuk sekolah, namanya
Ridda. Ridda itu cantik menurut aku. Tapi agak lebay soh, karna setiap hari
bisa 10x update status dan itu tentang Sem semua, fyuuhhh.. Tapi aku gak
pesimis deketin dia, karena emang dia orangnya asyik buat diajak smsan. Gak
lama kita saling curhat dan dia tau aku ga punya pacar, tau-tau dia bilang ke
aku kalo dia uda jomblo alias ga punya pacar lagi. Aku agak kaget, bukan
seneng. Karna posisinya, aku lagi deket sama dia. Aku takut dia putus sama
Ridda karna aku. Tapi pas aku tanya ke Sem, dia bilang bukan karna aku. Itu
karna Sem memang ga pernah nembak cewek itu. Ya aku percaya. Karna emang itu
fakta. Aku dikasih user + password facebook dia, aku buka inbox-nya, dan memang
bener sih. Syukur deh J
Dari situ aku tau, kalo Sem ga suka
sama yang lebai. Dan aku coba untuk ga terlalu lebai untuk selalu update status
di facebook, apalagi tentang dia. Tanggal 6 bulan Agustus, siang sepulang
sekolah, Sem sms aku. Dia minta aku jadi pacar dia. Buset! Beneran nih? Aku
bertanya-tanya didalem hati. Tapi akhirnya aku ungkapin juga. Aku tanya sama
dia, aku bilang kekuranganku, tapi dia tetep mau aku jadi pacar dia, pengganti
mantan dia sebelumnya. Agak gimana sih pacaran sama adik kelas, tapi kenapa
enggak? Hehe...
Akhirnya aku putusin untuk nerima
dia jadi pacarku dan aku jadi pacarnya. RESMI. Awalnya kami malu-malu, justru
malah kayak orang baru kenal gitu pas pacaran. Beda kayak pas kenal sebatas
temen smsan aja. Kami masih malu buat umbar kemesraan apalagi buat jalan
berdua. Waktu itu, tanggal 8 Agustus, 2 hari setelah aku jadian sama dia, Sem
sms, tapi gak kayak biasanya.
“Din,
aku mau ngomong”
“yauda
ngomong aja”
“serius
ini”
“iya
ngomong aja”
“kita
temenan aja ya”
Aku gak bales sms dia, aku cuma
diem, lempar hape aku saat itu juga, terus..nangis. ya karna Cuma itu yang bisa
dilakuin seorang cewek kalo pacarnya minta untuk temenan aja. Aku gak minta dia
jelasin apa alesan dia saat itu mutusin aku. Aku Cuma diem seribu bahasa. Aku
marah sama dia, aku kecewa sama dia. Aku cuekin dia di sekolah dan juga
sms-smsnya. Tapi rasa sayang aku ngalahin semuanya. Aku ga betah untuk nyuekin
dia. Hati aku selalu maksa aku untuk bales sms dia. Dan akupun berani bales sms
dia. Aku ajak dia ketemuan. Waktu itu aku minta dia dateng ke kost-an aku. Kami
ngobrol banyak walaupun status kami berdua cuma TEMAN. Gak lama kami ngobrol,
hujan turun. Lumayan deras. Kami Cuma duduk berdua didepan kost sambil natap
air hujan yang turun. Setelah hujan berhenti, aku minta dia ajak aku jalan ke
suatu tempat. Dia bingung mau kemana. Dia ngajak aku ke warnet. Kupikir itu
bukan hal buruk. Kami pun jalan ke tempat yang dia maksud. Sampe disana, aku
sama dia ke 1 komputer yang lagi kosong. Aku duduk disampingnya, dia coba
buka-buka situs sosial media dan situs lain. Aku bingung mau ngobrolin apa sama
dia. Akupun nanya ke dia tentang masalah dia putusin aku itu sebenernya apa
alesannya.
“sem,
dulu tuh kamu putusin aku karna apa sih?”
“oh
itu, masa kamu gak ngerasa bersalah sih?”
“emang
aku ngapain?”
“inget
gak kamu pulang sekolah sama siapa?”
“dayat,
emang kenapa”
“aku
tuh pacar kamu waktu itu, kamunya malah boncengan sama yang lain. Aku diejekin
sama temen-temenku, masa kata mereka, pacarku malah enak-enakan boncengan sama
yang lain”
Ternyata gara-gara itu aku diputusin
dia. Sebenernya aku belum berani naik angkot kalo pulang sekolah. Karna si Vyka
suka pulang bareng sama temeng 1 geng dia. Aku uda jelasin itu, tapi Sem tetep
bilang aku salah. Yaahh,,sudah terjadi sih, mau gimana lagi.
Entah kesambet apa, terlintas dipikiranku
untuk nyoba ngajakin dia balik lagi ke aku untuk jadi pacar aku.
“sem,
em..aku mau ngomong”
“yauda,
daritadi juga uda ngomong”
“ini
beda”
“apa?”
“balikan
yuk? (sambil pegang tangan dia)”
“duh..gimana
ya”
Dia ga jawab apa-apa. Yang aku liat,
dia lagi buka facebook, terus dia utak-atik status hubungan dia yang ‘lajang’
di facebook. Tau-tau dia ubah jadi berpacaran dan dia isi kolom itu nama aku.
Dia buka facebook aku, karna dia emang tau user + password facebook aku, dia
konfirm permintaan status hubungan yang dia kirim ke facebook aku. Aku cuma
diem keheranan, bingung, dan gatau harus ngomong apaan.
“kenapa
Din?”
“apa
maksudnya?”
“yaudah,
ini kan?”
Ternyata dia uda ngejawab permintaan
balikan aku lewat facebook. Tepatnya sih tanggal 12 Agustus 2012. Tepat di
tanggal kelahiran aku J dari situ
aku sama dia bener-bener ngejalanin jalinan kasih sama dia penuh sukacita.
Susah-seneng dirasain bareng. Dia selalu ada buat aku disaat aku susah ataupun
aku sedih. Gitu juga aku yang selalu setia dampingin dia selagi dia susah,
sedih, seneng, bahkan tiap dia latihan basket di sekolah, aku selalu nemenin
dia. Walaupun kadang aku ga bisa ikut. Aku seneng banget bisa pacaran sama dia
walaupun umur dia dibawahku 2 tahun, tapi aku ngerasa dia dewasa diatasku dan
dia bisa ngebimbing aku kalo aku ngelakuin kesalahan. Aku sama dia mulai berani
umbar kemesraan didepan anak-anak sekolah. Kami berdua mulai berani jalan
berdua waktu berangkat / pulang sekolah, ngobrol disekolah kayak di kelas,
kantin, bahkan di koridor. Aku sama dia ga pernah telat untuk jalan-jalan sore
tiap sepulang dari sekolah. Kami pulang sekolah setiap hari jam 3 sore, kecuali
selasa pulang jam 2 untuk yang muslim, non-muslim ada kegiatan ibadah di
sekolah. Aku sama dia sering abisin waktu sore untuk jalan-jalan di sekitar
tempat aku kost atau di sekitar daerah rumah dia. Tapi aku lebih suka
jalan-jalan di jalan raya, hehehe.. Aku paling suka pas dia ajak aku masuk ke
perkebunan nanas yang ga jauh dari rumah dia. aku diajaknya masuk ke wilayah
pabrik nanas itu. Kami berdua jalan-jalan ditengah pabrik nanas yang luas.
Belum pernah aku masuk ke wilayah yang sebelumnya aku bener-bener penasaran
untuk masuk kesana. dan akhirnya pun terpenuhi. Hari sabtu, sekolah kami libur.
Kadang-kadang aja aku sama dia bisa main kayak biasanya. Padahal libur ya L tapi, setiap hari Minggu, aku selalu
dijemput dia jam 7 pagi untuk ke Gereja bareng dia. disana kami ibadah bersama.
Walaupun aku seorang muslim. Sem tidak menjadikan itu sebuah masalah. Kami suka
bercanda ditengah perjalanan menuju Gereja. Kami merasa tempat itu hanya milik
kami berdua dan hanya kami berdua saja. Guruku, guru biologi, sangat akrab
denganku, beliau sampai terheran saat tahu aku datang ke Gereja. Guruku yang
lainpun juga. Aku hanya bisa senyum-senyum saja J pendeta di Gereja juga sangat senang dengan kehadiranku.
Mereka memang menyambut hangat adanya aku ditengah-tengah mereka. Aku juga tak
dilupakan saat doa. Mereka mendoakanku saat aku akan memulai mid semester.
Tak lama, awal masalah di hubungan
kamipun terjadi. Aku disini sebagai pembuat masalah. Aku benar-benar menyesal
saat itu. Waktu itu, jauh sebelum aku mengenal Sem, aku sudah mengenal
laki-laki yang bernama Aldo. Aldo adalah anak yang bersekolah di SMK jurusan
keperawatan di dekat kost kami. Awalnya aku tertarik sama Aldo, jauh sebelum
aku tertarik / mengenal Sem. Tapi, setelah aku tau Aldo dekat dengan temanku,
Naomi, aku mengurung niatku untuk jauh tertarik dan memiliki perasaan yang
lebih kepada Aldo. Aku, Naomi, Aldo, juga anak-anak lain yang kost disitu
sering sekali kumpul bersama di depan kost, bercanda, ngobrol, main kartu,
makan bareng, pokoknya kami udah kayak keluarga besar deh.
Suatu malam, aku, Naomi, Aldo, dan
Om nonton TV dikamar kost Om yang kamarnya sebelahan sma Aldo. Kami emang suka
nonton TV bareng disitu kalo lagi gak pengen belajar, lagi pusing, atau lagi
jenuh. Waktu itu om kerja masuk malem, jadi dia ninggalin aku, Naomi, dan Aldo
di kamar. Tinggalah kami bertiga untuk nonton TV disitu. Naomi mulai tertidur
lelap, karna emang waktu itu sudah larut malam. Naomi dipindah ke kamarnya
untuk tidur. Tinggalah aku dan Aldo yang masih bertahan untuk nonton acara TV
yang memang kami sama-sama suka acara itu. Entah ada setan apa, aku dan Aldo
seperti layaknya orang pacaran. Mungkin kalian tau apa itu. Dari situ, aku dan
Aldo seperti orang pacaran, ya, kami selingkuh. Aku selingkuhin Sem pacar aku.
Dan Aldo selingkuhin Naomi pacarnya. Aku dan Aldo juga memiliki panggilan
sayang. Saat itu aku selingkuhin Sem karna Sem mulai tidak memerhatikanku. Tapi
memang ga seharusnya aku balas perbuatan Sem seperti itu L
Aku dan Aldo sering ketemuan dibelakang Sem
dan Naomi. Aku memang benar-benar penghianat. Bukan cuma berhianat dengan
temanku sendiri, tapi juga berhianat dengan pacarku yang sangat sayang padaku.
Kebusukanku ini tak bertahan lama terpendam dan tak diketahui Naomi dan Sem.
Naomi lebih dulu mengetahui perbuatan busukku ini. Dia pun segera memberi tahu
semuanya ke Sem. Akhirnya Sem meminta untuk bertemu denganku. Ada hal penting
yang harus dipertanyakan dan dijelaskanku katanya. Aku sudah merasa pasti ini
tentang penghianatanku. Sem datang ke kost ku bersama temannya, Yopi. Dia
meminta aku, Aldo, dan Naomi hadir disitu. Sem mulai menanyakan
perselingkuhanku dengan Aldo. Awalnya aku menepiknya. Namun dia menunjukkan sms
dari Naomi tentang aku dan Aldo. Aku tak bisa berbuat banyak selain
mengakuinya. Ya, akupun mengakui kalo aku benar selingkuh dengan Aldo. Sem marah
besar. Sem buat perjanjian kepada Aldo untuk bertemu disuatu tempat untuk
berkelahi. Aldo setuju untuk hal itu. Mereka pun mencari tempat untuk
berkelahi, mereka berkelahi ditengah pemakaman tak jauh dari tempat kami. Hujan
turun saat itu juga. Tak kudengar kabar mereka berdua. Tak lama dari itu, ku
lihat Sem dan Yopi baik-baik saja. Tak kulihat Sem terluka / memar ditubuhnya.
Namun, kulihat Aldo memar dibagian matanya, kulihat pecah pembuluh darah di
matanya. Aku tak kuasa melihatnya. Aku menangis, tapi entah aku menangis untuk
siapa. Sem sangat marah padaku, bahkan membenciku. Aku takut dia putuskan
hubunganku dengannya. Tapi...
“liat
tuh selingkuhanmu, gede badan/omong aja. Kita putus! Dan ini terakhir kalinya
aku injek kaki disini!”
Sem langsung meninggalkan aku dan
Aldo disitu. Naomi yang tau hal itu gak kuasa melihat Aldo yang memar di
matanya. Dia langsung mengompres matanya Aldo. Tapi Naomi gak marah sama aku.
Entah dia kurang baik kayak apalagi sama aku yang uda ngehianatin dia. Sem sms
aku.
“orang-orang
ga tau kalo aku nangis karna emang hari ini ujan nutupin aku yang lagi nangis.
Nangisin orang yang aku cinta, tapi ternyata mealah ngehianatin/nyelingkuhin
aku. Aku ga nyangka kamu bisa giniin aku”
*** to be continue ***
*** to be continue ***
Langganan:
Komentar (Atom)
