Selasa, 26 Agustus 2014

Kembali setelah aku pergi...





Cerita cintaku yang sempat aku tinggalkan beberapa bulan, ternyata memberi jawaban, bahwa aku belum bisa melupakannya, dan masih sangat mencintainya. Dia, Sem Kristian. Aku meminta untuk menyambung ceritaku dengannya di hari ulang tahunku yang ke-18 tahun, dan dia mau menerimaku kembali. Ini adalah kado terindah disepanjang umurku, memiliki apa yang sempat kumiliki, memiliki apa yang sempat kutinggalkan. Aku mencintaimu, Sem...
Tapi...
Dia berubah. Iya. Setelah sekian lama aku pergi ninggalin dia beberapa bulan. Aku salah udah ninggalin dia cuma karna jarak. Jarak yang seharusnya bukan jadi alasan untuk pisah. Sekarang aku uda balik ke genggaman dia lagi, tapi ini gak semanis yg dulu. Lebih aneh, jauh, gada kemesraan. Entah kenapa. Mungkin kita udah lama meninggalkan kebiasaan yang biasa aku dan dia lakukan, aneh tapi nyata...

Entah gimana caranya aku bisa dapetin masa-masa laluku sama dia. Dia yang dulu selalu mengalah buatku, dia yang selalu manjain aku, dia yang selalu perdulikan aku disetiap waktu. Kini? Jangankan semua kebiasaannya yang dulu. Salah satunyapun dia ga ngelakuin buat aku. SAMA SEKALI!
Kemana Sem Kristian-ku yang dulu? aku kehilangan dia. Bahkan sangat kehilangan dia! Aku pengen dia balik lagi ke yang dulu Tuhan ...

Senin, 04 November 2013

Sedikit Tentangku

Nama Lengkap     : Dini Widya Indah Sari
Nama Panggilan   : Dini
TTL                        : PT SIL, 12 Oktober 1995
Hobi                       : jalan-jalan sama temen, dengerin musik
Agama                    : Islam
Cita-cita                 : Perawat
Sekolah                 : TK 02 YAPINDO, SD 02 YAPINDO, SMP YAPINDO,
                                 SMA SUGAR GROUP, SMA LENTERA HARAPAN
Perguruan Tinggi  : Universitas Malahayati
Belongs to              : Sem Cristian
Alamat Facebook   : facebook.com/andinifebri
Alamat Twitter        : twitter.com/DiniWidyaIndahS


     Terkadang hidup itu memang ga sesuai sama harapan kita. Karena memang rencana Tuhan itu lebih dari indah dibanding rencana kita sendiri. Mungkin kita merasa kita menyesal atau tidak senang dengan hal-hal yang telah terjadi pada diri kita. Tapi ingatlah, bahwa Tuhan sangat menyayangi umatnya. Tuhan tahu bahwa apa yang telah diberikan kepada kita itu sangatlah berharga dan yang terbaik untuk kita. Tetaplah bersyukur kepada Tuhan ^^

Kamis, 31 Oktober 2013

Mengapa Harus Ada Perbedaan?



Tidak usah basa-basi, sebut namaku Dini, perempuan kelahiran 12 Oktober tahun 1995 yang lahir di tengah perkebunan tebu penghasil gula yang terkenal iklannya di televisi swasta Indonesia. Aku memiliki karakter yang keras, namun sangat peduli kepada siapapun YANG peduli kepada aku tentunya. Memiliki orangtua yang masih lengkap dengan seorang adik laki-laki yang sangat tampan. Ayah bekerja di pabrik penghasil gula tersebut dan Ibu aku hanya seorang ibu rumah tangga. Aku sayang sekali kepada keluargaaku, begitu juga dengan mereka yang sayang kepadaku. Dari lahir, aku sudah dibesarkan dan disekolahkan di tengah luasnya perkebunan tebu. Dari TK, SD, SMP, bahkan sampai kelas 2 SMA aku bersekolah disana. Apalagi kelas 1 dan 2 SMA, aku bisa bersekolah di sekolah yang bertaraf internasional. Sekolah yang menggratiskan seluruh fasilitas yang pastinya membuat kami yang bersekolah disana sangat nyaman dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena sudah masuk ke sekolah tersebut. Tapi sayang sekali, aku hanya beruntung untuk sementara waktu saja. Iya, diriku hanya bersekolah sampai di kelas 2 SMA, karena kurang memenuhi persyaratan untuk naik ke kelas 3 SMA. Akhirnya aku dipindahkan keluar perusahaan untuk melanjutkan ke kelas 3. Aku mengecewakan orangtuaku L
Aku berpindah ke Lampung Tengah. Aku mencoba mendaftarkan diri ke sekolah negeri. Karena selama aku bersekolah di tengah perusahaan, aku sekolah di sekolah swasta. Namun sayang sekali, aku kurang beruntung (lagi). Aku tidak diterima masuk ke dalam sekolah yang negeri. Akhirnya saudaraku menawarkan sekolah yang tidak jauh dari situ untuk bersekolah di sekolah swasta, tepatnya sekolah kristen. Setelah mendaftar dan memenuhi syarat, aku diterima dan dapat masuk saat libur usai. Aku pun memulai hari-hariku di sekolah baru aku. Awalnya aku agak takut, karena aku belum terbiasa menjalani hari-hari dengan berjauhan dari orangtua dan harus melakukannya sendiri. Aku kost di tempat nenekku sendiri. Walaupun di daerah tersebut saudaraku banyak sekali, namun aku lebih memilih untuk kost. Aku pergi ke sekolah bersama teman lamaku dari SMP yang kebetulan kost dan SMA di tempat yang sama sepertiku, namanya Vyka. Ada 2 orang lagi yang sekolah di tempat yang sama sepertiku, mereka dari IPS, namanya Dewinda dan Naomi. Namun, aku lebih sering berangkat ke sekolah bersama Vyka. Kami berdua berangkat dari kost menuju sekolah naik angkot, dengan ongkos seribu rupiah. Karena jaraknya tidak terlalu jauh. Sampai disekolah untuk heri pertama, aku harus mengikuti MOS seperti anak-anak kelas 1 SMP dan 1 SMA yang baru masuk. 1 SMP? Iya karena SMP dan SMA-nya digabung menjadi satu. Aku berkenalan dengan beberapa teman yang satu kelas denganku (IPA) dan beberapa dari kelas lain (IPS).
Aku satu-satunya murid kelas 3 SMA yang mengikuti kegiatan MOS, karena hanya aku yang menjadi murid pindahan. Saat MOS, aku melihat beberapa lelaki yang pastinya adik kelasku, yang mungkin bisa kujadikan teman atau pacar (berondong dong ya ^^). Aku tertarik dengan salah satu murid baru yang kulitnya putih, tidak terlalu tinggi, dan pastinya dia non-muslim. Sebut saja Sem. sem salah satu siswa yang mungkin banyak dikagumi oleh beberapa siswa di sekolah itu. Temanku, Naomi, mengatakan padaku bahwa dia juga kagum dan mencoba membuat Sem tertarik padanya. Saat itu aku tak peduli dengan yang namanya Sem. MOS berlalu, aku mulai bertemu dan berkenalan dengan sekelilingku termasuk dengan guru-guru disana. Guru-guru disekolah baruku rama dan baik-baik. Aku merasa seperti saat TK / SD / SMP dimana aku harus membeli makanan di kantin apabila istirahat tiba. Awal-awalnya aku tidak berani keluar kelas, apalagi ke kantin. Tapi, lama-lama jenuh juga jika harus berdiam diri di dalam kelas. Akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi ke kantin bersama teman-teman baruku. Disana aku mulai berani berjalan-jalan di koridor, ke kantor, ke perpus, ke ruang kepsek, bahkan yang dulunya aku ini tidak berani untuk ke toilet pun sekarang menjadi sering pergi ke toilet (hehe alesan aja sih). Seminggu sekolah disana, aku sudah diminta jadi seorang pacar oleh beberapa siswa disana. Dari yang mulai kelas 1, 2, bahkan 3 SMA (IPS). Tapi aku menolak mereka. Karena memang posisiku saat itu sedang dekat dengan seseorang yang di pulau Jawa. Tapi kedekatanku dengannya tak bertahan lama. Aku putus komunikasi dengannya. Tak lama dari itu, Sem datang kedalam hidup aku. Inilah awal dari kebahagiaanku J
Aku duluan sih yang coba deketin dia, ya awalnya gak ada niat sama sekali buat jadiin dia untuk jadi pacar aku. Aku coba cari nama dia di facebook. Dan akhirnya ketemu, aku coba add, dan dia konfirm added aku. Tiap hari aku ga pernah telat liatin wall facebook dia. Aku liatin semua status-status terbaru dia, bahkan yang jadulpun aku liat dan aku klik ‘suka’ / ‘like’ semuanya :D mungkin karna dia ngerasa kalo aku jadi stalker dia, dia langsung update status di facebook untuk nyindir aku. Yang aku inget sih dulu dia update ‘kenapa sih mbak, like mulu, kalo mau deket bilang aja hahaha’ aku sih agak ge’er karna emang aku sering banget like status-status dia. Aku pengen banget sms dia tapi aku bingung mau minta nomer dia gimana caranya. Mau inbox dia gengsi, mau minta sama temen-temennya juga ga mungkin karna aku ga kenal sama murid-murid baru, apalagi kelas 1 SMA. Aku liat di ‘info’ facebook Sem, dan yap! Aku dapet! Dapet nomer hape dia. Aku save nomer dia di hape aku. Tapi gak saat itu juga aku sms dia. Aku Cuma misscalled nomernya, itupun pake private number, haha. Gak lama, aku sms dia, penuh dengan rasa cemas dan was-was pastinya (duh lebaynya).
“sem ya?”
“iya, siapa ya?”
“ini Dini, murid baru di kelas 12 IPA”
“oh iya, ada apa?”
“ga apa kok, Cuma mau kenal aja J
            Bla..bla..bla.. kami smsan terus, terus, dan terus sampe lupa makan, mandi, atau apapun haha. Aku sama dia mulai deket dan akrab banget. Dia mulai nanya siapa pacar aku. Waktu itu dia punya pacar. Anak SMAN yang pernah aku coba untuk daftar masuk sekolah, namanya Ridda. Ridda itu cantik menurut aku. Tapi agak lebay soh, karna setiap hari bisa 10x update status dan itu tentang Sem semua, fyuuhhh.. Tapi aku gak pesimis deketin dia, karena emang dia orangnya asyik buat diajak smsan. Gak lama kita saling curhat dan dia tau aku ga punya pacar, tau-tau dia bilang ke aku kalo dia uda jomblo alias ga punya pacar lagi. Aku agak kaget, bukan seneng. Karna posisinya, aku lagi deket sama dia. Aku takut dia putus sama Ridda karna aku. Tapi pas aku tanya ke Sem, dia bilang bukan karna aku. Itu karna Sem memang ga pernah nembak cewek itu. Ya aku percaya. Karna emang itu fakta. Aku dikasih user + password facebook dia, aku buka inbox-nya, dan memang bener sih. Syukur deh J
            Dari situ aku tau, kalo Sem ga suka sama yang lebai. Dan aku coba untuk ga terlalu lebai untuk selalu update status di facebook, apalagi tentang dia. Tanggal 6 bulan Agustus, siang sepulang sekolah, Sem sms aku. Dia minta aku jadi pacar dia. Buset! Beneran nih? Aku bertanya-tanya didalem hati. Tapi akhirnya aku ungkapin juga. Aku tanya sama dia, aku bilang kekuranganku, tapi dia tetep mau aku jadi pacar dia, pengganti mantan dia sebelumnya. Agak gimana sih pacaran sama adik kelas, tapi kenapa enggak? Hehe...
            Akhirnya aku putusin untuk nerima dia jadi pacarku dan aku jadi pacarnya. RESMI. Awalnya kami malu-malu, justru malah kayak orang baru kenal gitu pas pacaran. Beda kayak pas kenal sebatas temen smsan aja. Kami masih malu buat umbar kemesraan apalagi buat jalan berdua. Waktu itu, tanggal 8 Agustus, 2 hari setelah aku jadian sama dia, Sem sms, tapi gak kayak biasanya.
“Din, aku mau ngomong”
“yauda ngomong aja”
“serius ini”
“iya ngomong aja”
“kita temenan aja ya”
            Aku gak bales sms dia, aku cuma diem, lempar hape aku saat itu juga, terus..nangis. ya karna Cuma itu yang bisa dilakuin seorang cewek kalo pacarnya minta untuk temenan aja. Aku gak minta dia jelasin apa alesan dia saat itu mutusin aku. Aku Cuma diem seribu bahasa. Aku marah sama dia, aku kecewa sama dia. Aku cuekin dia di sekolah dan juga sms-smsnya. Tapi rasa sayang aku ngalahin semuanya. Aku ga betah untuk nyuekin dia. Hati aku selalu maksa aku untuk bales sms dia. Dan akupun berani bales sms dia. Aku ajak dia ketemuan. Waktu itu aku minta dia dateng ke kost-an aku. Kami ngobrol banyak walaupun status kami berdua cuma TEMAN. Gak lama kami ngobrol, hujan turun. Lumayan deras. Kami Cuma duduk berdua didepan kost sambil natap air hujan yang turun. Setelah hujan berhenti, aku minta dia ajak aku jalan ke suatu tempat. Dia bingung mau kemana. Dia ngajak aku ke warnet. Kupikir itu bukan hal buruk. Kami pun jalan ke tempat yang dia maksud. Sampe disana, aku sama dia ke 1 komputer yang lagi kosong. Aku duduk disampingnya, dia coba buka-buka situs sosial media dan situs lain. Aku bingung mau ngobrolin apa sama dia. Akupun nanya ke dia tentang masalah dia putusin aku itu sebenernya apa alesannya.
“sem, dulu tuh kamu putusin aku karna apa sih?”
“oh itu, masa kamu gak ngerasa bersalah sih?”
“emang aku ngapain?”
“inget gak kamu pulang sekolah sama siapa?”
“dayat, emang kenapa”
“aku tuh pacar kamu waktu itu, kamunya malah boncengan sama yang lain. Aku diejekin sama temen-temenku, masa kata mereka, pacarku malah enak-enakan boncengan sama yang lain”
            Ternyata gara-gara itu aku diputusin dia. Sebenernya aku belum berani naik angkot kalo pulang sekolah. Karna si Vyka suka pulang bareng sama temeng 1 geng dia. Aku uda jelasin itu, tapi Sem tetep bilang aku salah. Yaahh,,sudah terjadi sih, mau gimana lagi.
 Entah kesambet apa, terlintas dipikiranku untuk nyoba ngajakin dia balik lagi ke aku untuk jadi pacar aku.
“sem, em..aku mau ngomong”
“yauda, daritadi juga uda ngomong”
“ini beda”
“apa?”
“balikan yuk? (sambil pegang tangan dia)”
“duh..gimana ya”
            Dia ga jawab apa-apa. Yang aku liat, dia lagi buka facebook, terus dia utak-atik status hubungan dia yang ‘lajang’ di facebook. Tau-tau dia ubah jadi berpacaran dan dia isi kolom itu nama aku. Dia buka facebook aku, karna dia emang tau user + password facebook aku, dia konfirm permintaan status hubungan yang dia kirim ke facebook aku. Aku cuma diem keheranan, bingung, dan gatau harus ngomong apaan.
“kenapa Din?”
“apa maksudnya?”
“yaudah, ini kan?”
            Ternyata dia uda ngejawab permintaan balikan aku lewat facebook. Tepatnya sih tanggal 12 Agustus 2012. Tepat di tanggal kelahiran aku J dari situ aku sama dia bener-bener ngejalanin jalinan kasih sama dia penuh sukacita. Susah-seneng dirasain bareng. Dia selalu ada buat aku disaat aku susah ataupun aku sedih. Gitu juga aku yang selalu setia dampingin dia selagi dia susah, sedih, seneng, bahkan tiap dia latihan basket di sekolah, aku selalu nemenin dia. Walaupun kadang aku ga bisa ikut. Aku seneng banget bisa pacaran sama dia walaupun umur dia dibawahku 2 tahun, tapi aku ngerasa dia dewasa diatasku dan dia bisa ngebimbing aku kalo aku ngelakuin kesalahan. Aku sama dia mulai berani umbar kemesraan didepan anak-anak sekolah. Kami berdua mulai berani jalan berdua waktu berangkat / pulang sekolah, ngobrol disekolah kayak di kelas, kantin, bahkan di koridor. Aku sama dia ga pernah telat untuk jalan-jalan sore tiap sepulang dari sekolah. Kami pulang sekolah setiap hari jam 3 sore, kecuali selasa pulang jam 2 untuk yang muslim, non-muslim ada kegiatan ibadah di sekolah. Aku sama dia sering abisin waktu sore untuk jalan-jalan di sekitar tempat aku kost atau di sekitar daerah rumah dia. Tapi aku lebih suka jalan-jalan di jalan raya, hehehe.. Aku paling suka pas dia ajak aku masuk ke perkebunan nanas yang ga jauh dari rumah dia. aku diajaknya masuk ke wilayah pabrik nanas itu. Kami berdua jalan-jalan ditengah pabrik nanas yang luas. Belum pernah aku masuk ke wilayah yang sebelumnya aku bener-bener penasaran untuk masuk kesana. dan akhirnya pun terpenuhi. Hari sabtu, sekolah kami libur. Kadang-kadang aja aku sama dia bisa main kayak biasanya. Padahal libur ya L tapi, setiap hari Minggu, aku selalu dijemput dia jam 7 pagi untuk ke Gereja bareng dia. disana kami ibadah bersama. Walaupun aku seorang muslim. Sem tidak menjadikan itu sebuah masalah. Kami suka bercanda ditengah perjalanan menuju Gereja. Kami merasa tempat itu hanya milik kami berdua dan hanya kami berdua saja. Guruku, guru biologi, sangat akrab denganku, beliau sampai terheran saat tahu aku datang ke Gereja. Guruku yang lainpun juga. Aku hanya bisa senyum-senyum saja J pendeta di Gereja juga sangat senang dengan kehadiranku. Mereka memang menyambut hangat adanya aku ditengah-tengah mereka. Aku juga tak dilupakan saat doa. Mereka mendoakanku saat aku akan memulai mid semester.
            Tak lama, awal masalah di hubungan kamipun terjadi. Aku disini sebagai pembuat masalah. Aku benar-benar menyesal saat itu. Waktu itu, jauh sebelum aku mengenal Sem, aku sudah mengenal laki-laki yang bernama Aldo. Aldo adalah anak yang bersekolah di SMK jurusan keperawatan di dekat kost kami. Awalnya aku tertarik sama Aldo, jauh sebelum aku tertarik / mengenal Sem. Tapi, setelah aku tau Aldo dekat dengan temanku, Naomi, aku mengurung niatku untuk jauh tertarik dan memiliki perasaan yang lebih kepada Aldo. Aku, Naomi, Aldo, juga anak-anak lain yang kost disitu sering sekali kumpul bersama di depan kost, bercanda, ngobrol, main kartu, makan bareng, pokoknya kami udah kayak keluarga besar deh.
            Suatu malam, aku, Naomi, Aldo, dan Om nonton TV dikamar kost Om yang kamarnya sebelahan sma Aldo. Kami emang suka nonton TV bareng disitu kalo lagi gak pengen belajar, lagi pusing, atau lagi jenuh. Waktu itu om kerja masuk malem, jadi dia ninggalin aku, Naomi, dan Aldo di kamar. Tinggalah kami bertiga untuk nonton TV disitu. Naomi mulai tertidur lelap, karna emang waktu itu sudah larut malam. Naomi dipindah ke kamarnya untuk tidur. Tinggalah aku dan Aldo yang masih bertahan untuk nonton acara TV yang memang kami sama-sama suka acara itu. Entah ada setan apa, aku dan Aldo seperti layaknya orang pacaran. Mungkin kalian tau apa itu. Dari situ, aku dan Aldo seperti orang pacaran, ya, kami selingkuh. Aku selingkuhin Sem pacar aku. Dan Aldo selingkuhin Naomi pacarnya. Aku dan Aldo juga memiliki panggilan sayang. Saat itu aku selingkuhin Sem karna Sem mulai tidak memerhatikanku. Tapi memang ga seharusnya aku balas perbuatan Sem seperti itu L
Aku dan Aldo sering ketemuan dibelakang Sem dan Naomi. Aku memang benar-benar penghianat. Bukan cuma berhianat dengan temanku sendiri, tapi juga berhianat dengan pacarku yang sangat sayang padaku. Kebusukanku ini tak bertahan lama terpendam dan tak diketahui Naomi dan Sem. Naomi lebih dulu mengetahui perbuatan busukku ini. Dia pun segera memberi tahu semuanya ke Sem. Akhirnya Sem meminta untuk bertemu denganku. Ada hal penting yang harus dipertanyakan dan dijelaskanku katanya. Aku sudah merasa pasti ini tentang penghianatanku. Sem datang ke kost ku bersama temannya, Yopi. Dia meminta aku, Aldo, dan Naomi hadir disitu. Sem mulai menanyakan perselingkuhanku dengan Aldo. Awalnya aku menepiknya. Namun dia menunjukkan sms dari Naomi tentang aku dan Aldo. Aku tak bisa berbuat banyak selain mengakuinya. Ya, akupun mengakui kalo aku benar selingkuh dengan Aldo. Sem marah besar. Sem buat perjanjian kepada Aldo untuk bertemu disuatu tempat untuk berkelahi. Aldo setuju untuk hal itu. Mereka pun mencari tempat untuk berkelahi, mereka berkelahi ditengah pemakaman tak jauh dari tempat kami. Hujan turun saat itu juga. Tak kudengar kabar mereka berdua. Tak lama dari itu, ku lihat Sem dan Yopi baik-baik saja. Tak kulihat Sem terluka / memar ditubuhnya. Namun, kulihat Aldo memar dibagian matanya, kulihat pecah pembuluh darah di matanya. Aku tak kuasa melihatnya. Aku menangis, tapi entah aku menangis untuk siapa. Sem sangat marah padaku, bahkan membenciku. Aku takut dia putuskan hubunganku dengannya. Tapi...
“liat tuh selingkuhanmu, gede badan/omong aja. Kita putus! Dan ini terakhir kalinya aku injek kaki disini!”
            Sem langsung meninggalkan aku dan Aldo disitu. Naomi yang tau hal itu gak kuasa melihat Aldo yang memar di matanya. Dia langsung mengompres matanya Aldo. Tapi Naomi gak marah sama aku. Entah dia kurang baik kayak apalagi sama aku yang uda ngehianatin dia. Sem sms aku.
“orang-orang ga tau kalo aku nangis karna emang hari ini ujan nutupin aku yang lagi nangis. Nangisin orang yang aku cinta, tapi ternyata mealah ngehianatin/nyelingkuhin aku. Aku ga nyangka kamu bisa giniin aku”


*** to be continue ***